Iplogodesign

Kreatif, Inovatif, Visioner

  • Jelajahi

    Copyright © Iplogodesign
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Halaman

    Ingin Jadi Designer Grafis ? | Filosofi Logo Halal Baru dan Modifikasi Logo Halal Indonesia 2022| iplogodesign.com

    rumahkabar.com
    Senin, 14 Maret 2022, Maret 14, 2022 WIB Last Updated 2022-08-22T08:07:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

    Logo atau label Halal MUI yang selama ini digunakan di dalam kemasan produk telah resmi digantikan dengan desain logo yang baru, desain logo yang baru ini menyerupai gambar gunungan dalam wayang dengan warna ungu yang jauh berbeda dengan warna logo halal sebelumnya yang hijau.

    Logo halal baru ini banyak mengundang pro dan kontra masyarakat terutama para netizen yang menyayangkan bentuk logo yang terkesan terlalu jawa dengan bentuk gunungan pada wayang, selain itu juga tulisan halal yang sangat sulit dibaca dan mungkin banyak yang gagal faham jika logo tanpa ada tulisan halal di bawahnya.

    Dan saya pun tergelitik untuk mencoba sedikit memodifikasi logo Halal yang baru itu dengan tujuan agar huruf arab pada logo Halal menjadi lebih terbaca, dan agar bentuk logo yang saya kategorikan jenis logo Calligram itu tidak terlalu jelas berbentuk gunungan wayang namun menjadi terlihat seperti bentuk kubah masjid. Dan berikut adalah desain logo Halal yang telah saya modifikasi.



    Lalu sebenarnya apa sih filosofi  yang ada dalam desain logo Halal yang baru yang kontroversial ini? berikut ini saya coba memberi informasi pada para Sobat pembaca semuanya.

    Saya kutip dari situs kemenag.go.id : 

    Filosofi Label Halal Indonesia

    Aqil Irham menjelaskan, Label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai ke-Indonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia.

    Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia.

    Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal.

    Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan, atau semakin dekat dengan Sang Pencipta.

    Sedangkan motif Surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang kesemuanya itu menggambarkan rukun iman. Selain itu motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.

    Hal itu sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Indonesia untuk menghadirkan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan produk halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk.

    Label Halal Indonesia menggunakan ungu sebagai warna utama label dan hijau toska sebagai warna sekundernya. "Ungu adalah warna utama Label Halal Indonesia. Warna ungu merepresentasikan makna keimanan, kesatuan lahir batin, dan daya imajinasi. Sedangkan warna sekundernya adalah Hijau Toska, yang mewakili makna kebijaksanaan, stabilitas, dan ketenangan.

    Semoga bermanfaat...
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini